Welcome to Hidden Leaf!

Welcome, welcome!

Powered By Blogger

This is the doomsday!

Sunday, September 30, 2007

I Have a Big Brother Now!!!


Diantara kalian ada yang punya kakak?

Aku pingin banget punya kakak. Pengennya sih kakak cowok. Kan enak diajak maen PS ato maen bola. Udah gitu lebih easy going lagi...coba aja kakak cewek, kerjanya shopping and pacaran mulu.

Tapi, aku serasa punya kakak sekarang. Berkat Riddle. Dia udah kayak kakakku aja, dan aku anggep begitu, walo dia nggak tahu. Masa bodo deh.

BTW, dari kemaren ada acara di skul. Pagi-pagi, jam 7 (yups, jam 7! Anak-anak masih pada molor tuh!) anak-anak OSIS dan MPK harus masuk buat jadi orang-di-belakang-meja karena ada bazaar buat orang-orang se-RT situ, dagang baju murah. Seru sih. Yang tadinya 1000 terus 500, terus gratis...yang ceban lama-lama jadi goceng, trus 2500, sampe akhirnya di detik-detik penghabisan ada seorang pemuda bertampang konyol yang ngeliat mukanya aja aku udah pengen ketawa melakukan transaksi menguntungkan untuk dirinya sendiri, 2 baju bermerek (bekas sih) dia berhasil dapatkan gratis. Waktu bazaarnya itu lucu, kadang Kak Amany pake mike tereak-tereak ato malah kadang Kak Tiara, tereak “Sayang anak, istri, suami, sayang buyut cang cing nyak babe...” dan masih ada lagi, pokoknya silsilah betawi deh. Aku juga samar-samar ngeliat dari sudut mataku Riddle bawa-bawa tas aneh Teddy Bear yang ancur gila jelek banget, dia berusaha mempromosikannya sampe akhirnya dibeli bapak-bapak yang udah ga kuat bawa barang segitu banyak.

Next, karena udah selese, anak-anak boleh pulang karena buat siap-siap jam 3 sore nanti kita nginep, ada buka puasa+sahur bersama. Tadinya aku mau pulang namun, seperti kecenderungan aku dan Riddle, akhirnya males pulang deh. Aku cuma nelpon ke rumah minta anter tasnya. Terus kita-kita, yaitu aku, Febi, Keiko, Rifda, Asti, dan Rani akhirnya naek angkot ke rumahnya Rani. Diantara kami semua, cuma aku dan Febi yang puasa—laennya lagi engga tuh. Tadinya anak-anak selaen aku dan Febi mau minum, tapi kasihan ngeliat kita berdua akhirnya nggak jadi deh. Terus mereka semua sibuk ngelus-ngelus kucingnya Rani, Emprit. Aku nggak tertarik, soalnya aku dah punya kucing sih di sekolah, namanya Naruto, tapi biasa dipanggil Naru-Chan aja. Dia akrab banget sama aku, sejak pertama kali ketemu dia udah nempel-nempel.

Back to the topic, abis itu kita misah, Keiko dan Febi mao ke rumah Febi, sementara kite-kite yang lain balik ke skul terus tidur.

Sekitar jam 2 Keiko dan Febi dateng, siake baru setengah jam tidur tau. Trus anak-anak dateng, dan kita solat asar trus dengerin ceramah dari ustadz Subhan Wabazier ato apalah namanya itu, trus buka puasa. Kak Amany, Kak Reta, dan Kak Alfi ngebagi-bagiin kurma mereka. Sumpah enak abis, kurmanya manis dan renyah banget, ditambah bijinya udah dikeluarin dan diganti dengan keju batangan. Widih doyan dah.

Trus, sebelum taraweh, sesudah makan malem (aku ngasih ayamku seluruhnya ke Naru-Chan soalnya aku nggak suka ^^), aku neliat pertunjukan Cinderasti (gabungan dari Cinderella dan Asti—maksa, :p) yang dimaenin Asti dan Syanaz. Kocak deh, Syanaz itu kan pendek banget, jadi dia naik kursi supaya jadi kelihatan kayak ibu tiri. Kita semua yang nonton ketawa 5 menit non stop, lagian kocak banget sih.

However, kita isya trus taraweh, trus tadarus trus minum susu coklat, trus minum Pocari Sweat gratis soalnya yang ngesponsorin acara ini ya Pocari, trus tidur.

Jam 3 pagi, kita dibangunin buat solat tahajud dan sahur dan solat subuh, trus beres-beres dan pulang. Jumlah anak-anak menyurut dengan cepat, sehingga jam 6:15 aja cuma tinggal aku, Riddle, Kak Ilham, Kak Tiara, Kak Alfi, dan Kak Rani.

Kalo ngeliat pemandangan kami pasti aneh deh. Kak Ilham lagi nyiumin Sakura (kucing betina yang baru aja kita temuin tadi pagi, Naru-Chan kalo ketemu dia langsung ngibrit—aku ngabisin lima menit sendiri berusaha ngebujuk Naruto keluar dari balik tanaman berduri yang bikin tanganku luka), Kak Rani lagi baca komik, Kak Alfi dan kak Tiara lagi nyobain naek motor guru, Riddle lagi duduk di kursi belakang meja guru piket, sementara aku duduk di bawah di sebelah kursi Riddle, kepalaku terkulai ke pinggang kakakku itu, aku hampir tertidur.

Kita lewatin aja bagian itu (kegiatannya mencakup aku dan Kak Ilham ngerjain Riddle—dia tuh takut banget sama kucing, dia sampe teriak “Sa!” dengan nada putus asa yang aku nggak pernah denger keluar dari mulutnya sebelumnya waktu Sakura nyakar-nyakar tasnya, trus Riddle mendadak bangun bikin aku langsung jatuh karena waktu itu aku dalam posisi menumpangkan kepalaku pada pinggang Riddle, dan masih banyak lagi), pas jam 7-an mamanya Kak Arta melongok ke tempat parkir sambil bilang “Siapa tuh yang dijemput? Mobilnya biru,” jadi aku melongok dan betul, itu mobilku. Jadi aku ngambil tas dan masuk mobil, dan berakhirlah 2 hariku bersama kakakku yang kusayang!

Friday, September 28, 2007

Bunyi Yang Paling Memekakkan Telinga Itu Adalah Keheningan.

Iya, aku tahu kok artikel baru ini agak aneh. Moso bunyi yang memekakkan telinga itu adalah keheningan. Tapi, yang pernah merasa nggak punya teman, dijauhi orang sekitar, dan nggak ada yang peduli pada dirinya walau sudah cari perhatian sebisa mungkin pasti ngerti.

Hari ini aku menemukan sesuatu yang penting—bahwa tak hanya aku yang tak punya teman di lingkungan sekitarku.

Panggillah dia Riddle. Aku menyamarkan nama aslinya karena, seperti yang harusnya sudah kau duga, aku tak mau menjadikan dia lebih dijauhi lagi karena dekat denganku, bahkan sehari ini saja. Walau begitu, diantara kalian yang paling tidak mengetahui nama asli Lord Voldemort (alias Dia Yang Namanya Tak Boleh Disebut, Kau-Tahu-Siapa, atau—ini favoritku—Pangeran Kegelapan), pernah membaca artikel di blog ini berjudul Kelas Paling Ajaib di Dunia, dan punya intuisi yang bagus, kemungkinan dapat menebak siapa yang kumaksud (perkecualian untuk murid SMPIA 19 Cibubur, tak perlu membaca artikel Kelas Paling Ajaib Di Dunia untuk mengetahui siapa yang kumaksud, cukup mengetahui nama asli Pangeran Kegelapan dan punya intuisi yang bagus).

Selama ini, Riddle kuanggap adalah anak yang punya banyak teman dan bersikap santai, juga tak ambil pusing soal nilai (toh nilainya tak terlalu buruk) pelajaran, dan hanya sekedar a classmate buatku. Tapi hari ini, aku di sekolah (itu karena aku MPK, sementara MPK dan OSIS masuk hari ini buat ngurusin sembako—Riddle adalah seorang anggota OSIS) sedang kesepian (dan bosan), memutuskan untuk menelepon ke rumah, minta untuk dijemput. Pada saat aku masuk ke TU, Riddle hanya terduduk dengan kepala terkulai begitu saja, memandang (kelihatannya ia benar-benar bosan seperti aku) cewek-cewek yang mengerubungi telepon. Aku duduk di sofa disamping Riddle.

“Oh, elu.” Dia kelihatan sangat tidak berminat melihat cewek-cewek yang ribut. “Nggak pulang lu Sa? Perasaan anak lain dah pada pulang deh.”

“Gue nggak tahu harus kemana,” kataku pelan. “Gue kesepian, gue nggak ada temen di sekolah...tapi kalo di rumah, gue juga nggak bisa ngapa-ngapain.”

“Sama, gua juga.” Sesaat kita diam. Riddle yang duluan memecah keheningan.

“Sa, memangnya lu ga punya mainan apa gitu sama sekali? PS?”

“Punya gue, cuma pasti dikuasain adek gue.”

“Komputer?”

“Punya sih, tapi komputer itu nggak terlalu seru dibanding PS. Gamenya terbatas, maennya pake mouse ato keyboard lagi. PS kan lebih enak dipegang, pake stik gitu.”

Riddle mengangguk pelan. “Setuju. Gua ga punya permainan yang bisa dimainin, PS juga dimonopoli adek gua, komputer juga nggak seru. Sementara temen...” Riddle menunduk. “Sejak gua pindah dari Semarang, temen-temen yang udah gua dapet hilang—mereka ada di Semarang. Gua kehilangan mereka. Gua nggak pernah srek dengan temen-temen gua sekarang ini—tak ada yang bisa memberi gua kepuasan waktu dulu di Semarang.”

Walaupun aku diam, tapi dalam hati aku tercengang. Riddle, yang disenangi untuk berteman oleh anak-anak, mengaku padaku yang bahkan dekat denganku aja enggak?

“Pindah rumah itu merepotkan,” kataku pelan. Riddle mengangguk pelan, bahkan lebih pelan dari anggukan tadi.

Tak lama, pintu TU terbuka.

Aku bisa merasakan emosiku yang terenyuh tadi mendadak menggelegak. Yang muncul dari pintu itu adalah Sulph, sekali lagi bukan nama asli (saking jijiknya aku tak ingin menyebutkan namanya), dan temannya...ehm...mungkin lebih pantas untuk menyebutnya bawahan, bernama Salt. 2 gadis sok keren ini berjalan dengan kegenitan luar biasa menuju meja TU untuk membayar sesuatu.

Tahu kenapa aku membencinya? Dia membuatku kehilangan 2 orang teman yang berharga. Akan kuceritakan di lain waktu.

Kembali ke 2 monyet pesolek, mereka terhenti ketika hendak keluar, mata mereka bertatapan dengan mata Riddle.

“Eh, elu, kakek,” kata Riddle dingin.

“Apa sih, songong lo,” sergah Sulph.

“Nah elu juga lagi, kakek buyut,” kata Riddle pelan pada Salt. “Pergi deh lu berdua.”

Aku mendapat kesan bahwa Riddle tahu aku membenci Sulph.

“Siapa juga yang mau ngedekem disini, wee!” dengan kata-kata itu, Sulph dan Salt ngeloyor pergi. Lalu masuk Pak Darus, salah satu guru yang aku suka cara ngajarnya.

“Eh, Galuh,” kata beliau. “Lagi ngapain? Kok nggak pulang?”

“Lagi nunggu yang jemput, pak,” senyumku.

“Terus, kalian ngapain disini? Jangan-jangan Galuh mau ngedeketin Riddle ya? Ato Riddle yang mau?” selidik Pak Darus.

Aku dan Riddle berpandangan, tersenyum, dan cepat-cepat membantah Pak Darus, merasakan perasaan akrab seakan kami sudah lama seperti ini.

Monday, September 10, 2007

I Found a Real Sasuke!!!


Hai, ketemu lagi ya. Aku lagi seneng...ato sedih...nggak tahu, deh. Yang jelas, aku ketemu sama Sasuke asli.

Iya, Sasuke asli. Sasuke di dunia nyata. Cakep abis, tapi agak disayangkan nilainya jeblok banget. Walo gitu tetep cakep. Ah...ga tau deh. Aku juga ga ngerti.

Lagipula namanya toh bukan Sasuke. Dia orang Indonesia kok. Tapi demi kepentingan image-ku, mending aku ga kasih tahu namanya, ya. Biar ga menimbulkan skandal.

BTW,ternyata suka sama orang itu ga enak lho. Paling nggak ga seenak di novel-novel TeenLit gitu. Kalo di novel kan enak tuh, hati serasa berbunga-bunga, selalu beruntung dan happy ending, lagi. Ternyata enggak, lho. Kalo aku, malah kesiksa abis. Setiap saat jantung serasa sakit banget. Trus, kalo ketemu dia, jadi merinding dan panas dingin. Apanya yang enak, coba. Bagi yang pernah suka sama orang, kira-kira kalian sama nggak kayak aku?

Dan, satu lagi, aku cuma suka sama dia doang. Titik, gak pake koma. Aku ga berusaha deketin dia ato apalah. Karena aku tahu, nggak mungkin aku bisa mencuri hatinya. Itu sih sama aja kayak impianku pengen punya Doraemon, ga mungkin terwujud deh. Mustahil. Ngeliat dia aja susah (dia ga sekelas sama aku, dan kalau ketemu pun aku jadi tiba-tiba inget kenangan buruk yang demi kepentingan bersama ga usah kuceritain), apalagi ngobrol atau PDKT. Lagian, apa pula gunanya PDKT? Nyape-nyapein aja.

Tuesday, August 21, 2007

Playing Harvestmoon Again!! YAAAYYY!!!


Wah, halo. Aku lagi seru-serunya maen Harvestmoon: Back To Nature. Entah kenapa, aku paling demen Harvestmoon BTN, ga yang lain, yang di PS2. Kayaknya ga seru aja gituh.
BTW, 2 penggemar BTN, yaitu aku and Gadis, lagi mainin BTN sabtu kemaren. Kita bikin save-an sama-sama. Nama orangnya Sirius, peternakannya Victory, ultahnya lupa (lagian Gadis yang bikin), anjingnya Shasta, and kudanya Myuz. Pokoke ancur deh.
Dan seperti yang biasa dilakukan oleh 2 orang anak kelas 1 SMP yang keranjingan BTN: mikirin nanti ni orang mau dinikahin sama siapa.
Buat yang ga tahu aku kenalin dulu, deh. Di BTN, kita bisa nikahin cewek. Nama cewek-ceweknya itu adalah Karen, Ann, Popuri, Mary,dan Elli. Favorit para gamer (termasuk aku) adalah Karen. Tapi Gadis ngga suka.
Anehnya, kali ini dia ngusulin buat nikahnya sama Karen aja. Aku sih seneng, tumben ni anak ngga mangap-mangap kayak lumba-lumba kawin kalo denger nama Karen. Aku ngga sadar bahaya yang terjadi. Dengan gobloknya aku ngebolak-balik KambingJantan. Tapi aku segera sadar.

aku: GADIIIISSSS!!!!! JANGAN NIKAHIN SIRIUS SAMA KAREN!!!! JAHIL BANGET SIH!!

Gadis: (cengengesan) hehehe...

Dasar anak tengik. Kan bahaya kalo Sirius dinikahin sama Karen. Kalo gen Sirius dicampur sama gen Karen, nanti populasi orang cantik dan supel (Karen maksudnya) bisa punah. Sirius kan nila. Lho? Maksudnya dari peribahasa "karena nila setitik, rusak susu sebelanga" jadi cuma karena gen Sirius aja, orang-orang keren kayak Karen lama-lama bisa musnah. *jari tengah*

Saturday, August 18, 2007

Kelas Paling Ajaib Di Dunia!

Halo halo, lama gak ngeposting nih. Tadinya malah aku ga jadi ngepost, aku mendadak sakit jadi ga masuk hari ini. Tapi siangnya dah sembuh.
Btw, aku pengen ngenalin aktor-aktor yang ada di kelas 7D, kelas paling ajaib di dunia. Ini dia:
1. Aby Rafdy Mauriz
Biasanya dipanggil Aby, anak paling cengengesan di 7D. Dia anaknya nakal and rame banget. Sebenernya nilainya ga jelek-jelek amat, rata-ratanya kuhitung nilainya 55.
2. Ari Andhika Thomas
Sebenernya nama panggilannya Andi, cuman emang anak-anak pada jail trus dia dipanggil Thomas. Itu sebenernya Bu Berkah yang pertama nyadar, tapi niatnya kan ngga jelek kayak kita-kita. Tapi sekarang ngga dipanggil Thomas lagi, dipelesetin sama Aby jadi Tom-Tom. Dia anak paling tinggi.
3. Kedar Priya Utama
Biasa dipanggil Idat, walo kadang dipanggil Jidat. Dia ketua kelas (btw, wakilnya Aby). Kadang suka ngejilat guru, tapi seringkali ga berhasil. Kacian deh. Dia kenal sama Rival. Aku tahu itu setelah penyelidikan selama 2 hari penuh. Seru banget lho, pake acara pencarian lewat foto lagi.
4. Nahda Nasyia Karissa
Biasa dipanggil Nahda. Orangnya baek banget. Tapi sayang, dia agak berbeda dari yang lain, jadi dikatain mulu deh. Pasti ga enak. Dia kidal, dan tampangnya rada-rada India gitu (ini kata anak-anak, bukan aku).
5. Galuh Elsa Ayu Nurningsih
Hahaha, ini aku sendiri. Aku biasa dipanggil Sasha, Galuh, atau kucing garong. Terkutuk Aby. Aku dicap sebagai "Anak Paling Pinter Di Kelas 7D". Kalo paralel sih aku suka gantian, antara kedua dan ketiga.
6. Tyo Nirmawan
Entah kenapa, ada yang panggil dia Tyo Hermawan (termasuk aku, itu sih karena akunya yang salah denger). Biarin aja deh. Kalo ngeliat dia bikin aku inget sama Dityo, anak SMP Al-Azhar Pejaten yang tadinya se-SD sama aku. Tampang dan sifat mirip banget. Namanya juga iya.

Itu baru 6 tokoh yang unik di 7D. Kalo aku ceritain semuanya nanti ga cukup. Kocak semua kan? Makanya, menurutku ini adalah kelas paling ajaib di dunia!

Monday, August 6, 2007

Story Of School!

Hari ini adalah hari terseru dalam SMP-ku.
Pelajaran IPS-nya seru banget! Mana gurunya, Bu Berkah, baek banget lagi! Jadi gini. Kita melajarin prasejarah hari ini. Bu Berkah ngatur tempat duduk sementara. Emang nasib sial, sebelahku Abi.
Abi tuh ngelucu terus sepanjang pelajaran, jadi ga konsen kan nyatetnya. Jahat lw Bi. Perasaan kalo kemaren-kemaren nyeletuknya ga gila gini deh. Kayak salah satunya pas Abi nyoba niruin wajah manusia purbanya, pokoknya mirip deh. Ato pas dia nyeletuk, "Kok manusia purbanya tampang melas gitu yak?" Terus dia nanya ke Bu Berkah, "Kok yang ini ga ada namanya si Bu?" trus Bu Berkah jawab "Ga tau tuh," trus kata Abi "Kalo gitu saya yang kasih nama ah...Tyo Hermawan!" seluruh kelas langsung ngakak, soalnya Tyo nama salah satu anak di situ. Tyo-nya cuma cengengesan.
Trus aku baru tahu kalo SEMUA MANUSIA PURBA TUH PADA JENONG SEMUA!! Wah, bahan percobaan yang oke nih. Aku mau campur DNA Misaki, Abi (gobloknya sama kayak manusia purba), sama Tyo (wajahnya mirip). Hehehe (senyum setan).
Trus pas pulang dari musolla menuju kelas, aku masuk ke kelasku dan disana cuma ada Bayu, Aviv, sama Riza.
"Yah...cantik sendiri lw," celetuk Riza.
"Cieee....Riza bilang Sasha cantik, lho!" teriak Bayu sama Aviv kompak. Ya ampun, untung yang lain ga denger.
Pas math...Idat nyerobot jawabanku trus. Sialan lw, Dat. Dasar ketua kelas geblek, PR agama aja nyontek ke aku.
Pokoknya, pas math itu aku, Idat, ama Keanu becanda mulu dah. Mereka ngatain aku Rival mulu.
Mampus.
Trus Idat juga ngatain aku iri sama kecerdasannya dia.
Mampus kuadrat.
Idat trus bergaya sok keren, sambil bilang "Yah iyalah, lw iri sama gw, gw kan pinter..."
Mampus kubik.
Trus si Keanu ngeraut tip-x punya dia sendiri, alhasil tip-x punyanya bocor dan tumpah ke tangannya. Dasar bego.

Saturday, August 4, 2007

Inilah Hidup!

Huah! Aku dah lama ga ngeposting, kan? Lagian, aku cuma boleh pake internat setiap hari sabtu.
Selama aku nggak nulis, banyak banget even yang aku lewatin. Salah satunya Eldi ketuker antara bendera Peru dan Kanada (hiks). Trus beberapa even lain, capek deh nyebutinnya.
Tapi...inilah hidup. Hidup itu harus dinikmatin.
BTW, victory dah jadi lho!!! Victory 1 udah kepublish dengan sukses. Aku lagi nyelesein yang kedua. Glochus, logonya Gaia Ingietum cepetan dong...
Dammit. Aku baru tahu kalo Ekel tulisannya tuh Ekkel. Nama panjangnya Keanu Haikal. Trus dia KETUA KELAS 7C! Tidaaakkkkk!!!!! Aku ngga sudi!!!!! Walo bukan kelasku, tapi masa Ekkel jadi ketua si? Berani taruhan, pasti yang dukung cewek. Tampangnya si Ekkel kan oke juga. Eh, tapi yang cowok pasti milih juga--Ekkel tuh orangnya supel sama cowok.
Dan ternyata...Raditya Dika si kambing tuh mantan muridnya AS Laksana! Ajigile...Trus KambingJantan kata Radith mo dibikin film. Seru tuh. Yang aku tahu, Radith diperanin Radith sendiri, Si Kebo diperanin yang maen Intan sapa tuh namanya aku lupa, trus yang meranin Arigato eh Hariyanto pasti junior. Shootingnya kira-kira September 2007.
Ah, banyak banget even yang ada. Udah, ya! Jangan lupa cek Our Girlfriend! Sampe ketemu minggu depan!

Saturday, July 21, 2007

Ekel, Abi, Yavi, DASAR LO BERTIGA CACING KEPANASAN!!!

Hihhh...! Aku kesel banget, di SMP itu ada 2 anak geblek namanya Ekkel dan Abi, trus satu anak tolol namanya Yavi. Ada juga anak angkatan 4 yang pada sableng semua.
Gini, lho. Tadi pas aku mau pulang aku dikatain kucing garong sama Abi. Aku berhenti trus mandangin dia dengan pandangan lo-tuh-bego-banget-deh sementara dia langsung minta ampun. Trus tiba-tiba anak-anak sableng dengan satu anak tolol masuk, trus si anak tolol Rizki Yavi Diabego sama anak sableng lainnya mulai nyanyi "this is disco lazy time..." trus Ekkel juga ikutan. Mana Abi ikutan juga, jadi saking bencinya kulempar dompet God Inc-ku ke Abi. Kena si, tapi dompetnya langsung dia ambil trus dilempar ke Yavi.
Jadi alhasil mereka ngelempar-lempar dompetku, sementara aku dah putus asa berusaha ngambil. Trus Ekkel yang megang, langsung aku terjang dia, tapi dia dah ngelempar ke Yavi. Ga peduli, aku layangkan tinjuku dan mendarat dengan manis tepat di mukanya. Aku berbalik dan ngeliat Yavi nggeleter ketakutan.
"Nih, Sa...Ampun..." rintihnya. Kuambil dompetnya, trus aku tonjok perutnya. Dengan perpisahan yang lembut itu, aku ngeloyor pulang.
Awas kalo ngotorin dompet God Inc kesayanganku lagi!

Wednesday, July 18, 2007

Bekas Luka

Ouch!
Sial. Hari ini aku jatuh di sekolah. Kukira tak apa-apa, tapi ternyata malah ada luka menyeramkan di lututku. Luka itu kelihatan seperti kalau ada seekor burung kurus kering yang menamparkan sayapnya ke lututku. Rasanya sangat perih, dan untuk mencegahnya basah, aku memakaikan topi mandi di atas luka itu kalau aku sedang mandi.
Aneh, ya... Harry Potter punya bekas luka di dahinya yang berbentuk sambaran kilat, aku punya luka di lutut yang berbentuk sayap, dan Dumbledore punya bekas luka yang menggambarkan jalur kereta api bawah tanah London di lututnya. Dia sendiri yang bilang pada Profesor Mcgonagall di Harpot 1.
Ah, sudahlah. Kata Dumbledore, bekas luka kadang ada gunanya. Yeah, memang, gunanya adalah aku jadi harus menekuk lututku setiap mandi agar topi mandi yang kupakai untuk melindungi lukaku tak jatuh dan lukaku jadi basah. Hah.